Introducing Jingshan Park
Jingshan is a small hill located behind the Forbidden City, which once served as the emperor’s imperial garden. Standing at the height of 51 meters in the middle of Beijing’s north-south axis and facing the Forbidden City, Jingshan offers a full view of Beijing, including the Drum and Bell Tower and the white pagoda of Beihai park.
Jingshan Park Fast Facts
• Nama Cina: Jingshan Gongyuan 景山公园
• Waktu Terbaik untuk Mengunjungi: Sepanjang tahun
• Jam Kunjungan yang Disarankan: Sekitar 1 ke 2 jam
• Hal yang Bisa Dilakukan: Fotografi, Arsitektur, Budaya dan Sejarah Tiongkok, Mendaki
• Jam Buka: 06:30-21:00 Apr. to Oct.; 06:30-20:00 Nov. hingga Mar.
• Biaya Masuk: ¥2/person; ¥10/person for flower fair duration
• Alamat: No.44 Jingshan West Street, Distrik Xicheng, Beijing
What to expect at Jingshan Park
As early as in the Liao Dynasty, earth was piled here to form a hill; in the Jin Dynasty, the place was designated as an imperial garden of the palace; in the Yuan Dynasty, it became a palace garden of the imperial city, named Qingshan Hill; pada Dinasti Ming, it was named the Wansui (longevity) Hill; pada tahun ke-12 pemerintahan Kaisar Shunzhi dari Dinasti Qing (1655), kemudian dinamai ulang Bukit Jingshan. Kemudian pembangunan besar dilakukan selama pemerintahan Kaisar Qianlong (1749-1751) dan proyek-proyek seperti Balai Shouhuang, Menara Qiwang, Paviliun Guanmiao, Paviliun Zhoushang, Paviliun Wanchun, Paviliun Jifang dan Paviliun Fulan dibangun. Taman Jingshan adalah taman kekaisaran yang indah dan unik, dan merupakan tempat para kaisar mengapresiasi bunga, menembakkan panah, minum dan berpesta, dan mendaki bukit untuk melihat pemandangan.
Di 1949 setelah pembebasan Beijing, pemerintah rakyat melakukan renovasi menyeluruh Taman Jingshan, memperbaiki dan merawat bangunan kuno, membangun kembali jalan bukit dan jalan taman, menanam pohon dan bunga, dan menambahkan fasilitas pelayanan, menjadikan tempat ini daya tarik utama bagi pengunjung Tiongkok dan asing. Di 1957, Taman Jingshan dinyatakan sebagai situs bersejarah utama yang dilindungi oleh provinsi, pada 2001, Taman Jingshan diumumkan sebagai situs bersejarah utama yang dilindungi oleh negara, dan pada 2002, Taman Jingshan dinilai sebagai area wisata AAAA.
Selain bunga dan pemandangannya, Taman Jingshan juga diingat karena terdapat pohon cendekiawan Tiongkok yang dulu tumbuh di lereng timur bukit. Dari pohon inilah kaisar terakhir Dinasti Ming, Chongzhen, menggantung diri. Kaisar Chongzhen berlindung di taman pada 1644, ketika Li Zicheng mengambil alih Beijing untuk Manchu yang akan mendirikan Dinasti Qing. Setelah mempermalukan leluhurnya karena kekalahan yang dialami, Chongzhen bunuh diri dengan menggantung diri di pohon cendekiawan Tiongkok. Pohon itu tidak lagi bertahan karena hancur dalam pergolakan berikutnya.
Taman Jingshan sekarang adalah taman untuk penduduk lokal. Pengunjung akan memiliki kesempatan untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat lokal seperti berlatih Taichi, bernyanyi dan menari di taman.
Cara menuju Taman Jingshan
• Ke Gerbang Selatan: Naik bus No. 58, 101, 103, 109, 124, 128, Jalur Wisata 1 atau 2 dan turun di Stasiun Kota Terlarang.
• Ke Gerbang Timur: Naik bus No. 58, 111, 124 dan turun di Stasiun Jingshan Dongmen.
• Ke Gerbang Barat: Naik bus No. 5, 58 dan turun di Stasiun Xibanqiao.
Saran perjalanan tambahan di Taman Jingshan
• Layanan penyewaan kursi roda, kereta bayi dan payung tersedia di taman.
• Pameran peony dan pameran tulip diadakan setiap tahun di taman, biasanya dari bulan April hingga Mei.